Orang nangis bukan berarti dia cengeng
Ini kesimpulan dari cerita curhat teman saya, yang bernama Hendra
Diawal dari sebuah hari yang pagi. Hendra baru pulang dari rumah temannya, hendra pun masuk ke kamarnya. Dia langsung pergi ke kamar mandi lalu ia pergi mandi. Setelah dia selesai mandi dia langsung memakai baju, lalu ia merapikan kamarnya yang berantakan. Hendra mengangkat selimut untuk di jemur agar tidak berbau apek. Lalu ia melanjutkan kamarnya dan merapikan barang-barangnya. Setelah selesai semua kamarnya telah rapi, di lanjutkan dengan menyapu kamarnya.
Setelah semua pekerjaan rumah hendra telah siap semua dia pergi ke dapur untuk melihat apakah ada makanan atau tidak, dia pun membuka tudung saji. Ternyata hanya ada telor goreng. Dia pun meminta izin kepada ibunya:
"Buuuuk, Hendra masak mi goreng yahhh" kata hendra dri dapur
Ibu hendra pun menjawab dari teras karna kebetulan ibu hendra lg menyiram bunga "iyaaa, masaklah tapi wajannya jangan lupa di cuci lagi"
Hendra pun menjawab "iyaaaa".
Tanpa menunggu lama lagi Hendra pun memasak mi goreng, seng seng seng. Setelah 15 menit minya pun telah siap. Hendra membuka lemari piring dan ia mengambil piring lalu ia menuangkan minya ke piring yang telah ia sediakan. Wajannya pun ia letakkan di westapel/bak cuci piring, ia pun mengambil sabun yang ada di situ, ia lalu mencuci wajannya.
Setelah selesai ia mencuci piring ia masih memikirkan, dalam hatinya "seperti ada yang kurang" hendra pun memikirkan sesuatu. Setelah berpikir lama ia baru ingat kalau dia lupa buat minumannya. Dia pun membuka lemari piring dia mengambil gelas stainless, dan membuat susu. Setelah sudah siap dia membawa minuman dan makanannya ke ruang keluarga, dia pun memakan makanannya sambil menonton tv. Setelah sudah siap ia masih melanjutkan menonton tvnya, setelah acara tvnya telah selesai ia kembali ke dapur untuk mencuci piring dan gelasnya.
Setelah sudah siap semua dia pergi ke ruang tamu, duduk di dekat abangnya, sambil melihat burung, karna memelihara burung hobi abangnya. Dia pun bertanya
"Burung yang itu udah panjang belom gacornya"
Abangnya menjawab "belom terlalu tapi suaranya udah bagus"
Hendra menjawab "ooohh baguslah, terus kayak mana supaya suaranya bisa panjang"
Abangnya menjawab "yah di umbarlah biar nafasnya panjang, itung itung biar burungnya olahraga"
Hendra menjawab "owhhh yah lah"
Hendra pun menyudahi pembicaraannya ia mengambil hpnya sambil meliat orang yang ia cintai. Hendra pun memikirkan sesuatu "apa aku chat aja yah dia"
Setelah dia mengechat si doi sampai satu jam ia pun memikirkan sesuatu.
Tabung ak udh cukup untuk beli shock belakang motor aku. Apa ak order sekarang aj yah, di pun mengambil hpnya lagi di mengorder di online shop ternama. Setelah dia mengorder dia kembali lagi ke kamarnya untuk mengambil uangnya, pas mau buka pintu kamarnya ia di tanya sama orang tuanya"jadi udah banyak yah uang tabungan mu"
Hendra menjawab "iya lah, untuk ngorder uangnya"
Lalu ia di tanya lagi "untuk ngorder apa"
Hendra menjawab "adalah"
Setelah selang beberapa menit ia keluar kamar di tanya lagi "mau kemana"
Hendra menjawab "mau bayar ke indomaret"
Orang tuanya menjawab "ngapain belik belik barang lagi lebih baik ko simpen uang mu untuk masuk sekolah selanjutnya, ko ini beda kli dengan abang mu klu abg mu itu klu mau ngapa ngapain bilang ko ini mna ad bilang langsung ambrukan aja"
Blablabla dia pun langsung di ceramahi sma org tuanya. Dia pun masuk ke kamarnya
Dan dia sambil memikirkan kelakuannya tadi. Dia pun berbicara dalam hati "ak kan melakukan itu berdasarkan prinsip abang, abang pernah blg ke ak klu ko mau beli apa apa gak usah pakek duit ibuk, karna klu ko beli barang pakek duit sendiri bisa bebas mau melakukan apa" ya udah dia pun melakukanya tpi apa? Orang tunya gak ngasih. Dia pun menangis sambil menahan emosinya yang gak bisa dia luap kan, sambil menangis ia menendangang apa yang ada di dekatnya. Ia pun memikirkan sesuatu dri pada ak menangis mending ak tidur.
Selesai#
Saya harap kalian para pembaca bisa termotivasi dengan cerita saya, dan tolong tinggalkan komentar tentang cerita saya
Comments
Post a Comment
Bila ada saran atau kritik tulis di sini saja